Perbedaan Boss dan Pemimpin


Sudah banyak artikel yang merinci bedanya Boss dan Pemimpin. Jika kita lihat Semua artikel dalam berbagai jenis bahasa menuliskan PERBEDAAN BOSS dan PEMIMPIN sebagai berikut :

Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

Seorang BOS mengatakan “saya”.
Seorang PEMIMPIN mengatakan “kita”

Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

INGAT…… SEORANG BOS BERKATA, “PERGI!”
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, “AYO PERGI”

The boss uses people.
The leader develops them.
The boss sees today.
The leader looks at tomorrow.
The boss commands.
The leader asks.
The boss never has enough time.
The leader makes time.
The boss is concerned with things.
The leader is concerned with people.
The boss lets his people know where he stands.
The leader lets his people know where to stand.
The boss works hard to produce.
The leader works hard to help his people produce.
The boss takes the credit.
The leader gives it.

Memang tidak dipungkiri, jikat kata-kata BOSS, terdengar sedikit bermakna negatif, seram atau yaaa pokonya berbau kekerasan hahaha… . Jika kita melihat ke artikel ini, dan artikel kedua ini, memang sangat jauh sekali perbedaan antara Boss dan Pemimpin.

Kedua artikel diatas, merupakan contoh artikel bagaimana mengembangkan diri menjadi seorang atasan yang baik dan berfokus kepada leadership. Lalu apakah kita tahu jika kita bandingkan antara Boss dan Staff ?

Banyak anekdot terkait perbedaan Bos vs Staf.  Kata ungkapan, Boss  always right, and staff  always  wrong. Bahkan ada didalilkan seperti ini : Dalil 1, bahwa bos selalu benarDalil 2, jika bos salah, lihat dalil 1.

Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten.
Bila staf tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !

Bila boss berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau flexible.
Bila staf berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin- plan !

Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
Bila staf bekerja lambat itu berarti dia “lelet”

Bila boss bekerja cepat, itu berarti beliau ’smart’.
Bila staf bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !

Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati.
Bila staf lambat memutuskan, itu berarti dia ‘telmi’ !

Bila boss mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staf mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah!

Bila boss menyatakan : ” Mudah ” itu berarti beliau optimis.
Bila staf menyatakan : ” Mudah ” itu berarti dia meremehkan masalah !

Bila boss sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin melobi
Bila staf sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !

Bila boss men-service atasan, itu berarti beliau me-lobby.
Bila staf men-service atasan, itu berarti dia menjilat !

Bila boss sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staf sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !

Bila boss minta fasilitas mewah,itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staf minta fasilitas di atas standar, itu berarti dia banyak menuntut !
. . . . . . . . . . . (masih banyak lagi)

Bila boss membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris. Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia :

– frustasi
– iri thd karir orang lain
– negative thinking
– provokasi
– tidak tahan banting
– barisan sakit hati
– berpolitik di kantor
– tidak produktif
– tidak sesuai dengan budaya perusahaan
– de el el

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s