Kami Freelancer, Bukan berarti aplikasi kami bisa dijual murah


Mungkin ini sebuah curhatan developer yang terkadang menjalani profesi sebagai tenaga Freelancer. Manusia memang unik, bermacam-macam cara pandang atau pola berfikir tentang profesi sebagai freelancer, pekerja kontraktor lepas dibidang software development. Bagi orang yang pernah berkecimpung di dunia IT, mungkin akan lebih mengerti bagaimana kondisi sebagai developer. Tapi yang sulit dimengerti adalah orang yang tidak pernah berkecimpung dalam dunia IT khususnya software development, yang terkadang menawar harga seperti menginjak-injak Ilmu.

Tawar menawar adalah hal yang biasa didalam sebuah jual-beli. disini memang kedua belah pihak dituntut untuk mendapatkan kata sepakat didalam sebuah transaksi.

Apakah pernah terfikir bekerja menjadi freelancer, diminta mengerjakan sebuah website dengan Resiko jika mengalami kegagalan akan dipenjara ? ya. Tentu profesi ini seperti mencari koin 50 Rupiah diatas tumpukan Paku berkarat.

Client Cerdas, ini yang sangat disukai. Mereka menawarkan untuk mencarikan tumpukan uang di taman bunga, Meskipun itu adalah taman bunga raflesia. Hal ini berarti mereka menawarkan project besar dengan harga yang setimpal, namun resiko diperkecil.

Client Pintar, ini yang sangat dibenci. Mereka cenderung dengan mengeluarkan sedikit modal tapi bisa mendapatkan satu Loyang Pizza, pinggiran Keju, dengan toping daging sapi, sosis, keju, jamur, tetapi jika terjadi keterlambatan si pembuat pizza terancam dipecat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s