Buat Web Murah Salah Siapa ?

Kerja Keras

Bandung, dikenal sebagian besar masyarakat kota wisata belanja, banyak produk yang dinilai Murah, tentu saja hal ini bagi orang yang berduit, tapi menurut saya bagi kalangan bawah tetap saja berjalan didaerah kawasan belanja menjadi hal yang masih tabu.

Kata MURAH disini bukan hanya berdampak ke bisnis Outlet atau Kuliner , melainkan memiliki dampak amat terangat sangat ke bidang Software Engineering, di beberapa Ruas Jalan, Anda akan menemukan “Buat Website Rp 500,000.00, Komplit !!”. Bukan hanya di Selebaran bahkan mungkin jika Anda rajin membuka Twitter anda akan mendapati sebuah account twitter “Hanya dengan 75.000 dapat website toko online”.

Bagi saya ini SANGAT ABSURD !!

Profesi software engineer/programmer ada kalanya dipandang sebelah mata di negara ini. Banyak sekali perusahaan perbankan, medis, mining, atau lainnya dengan sistem yang sudah sangat baik seolah-olah memandang bahwa sistemnya dibuat oleh internal tim IT mereka sendiri (mungkin ada yang sebagian). Padahal di balik itu, puluhan bahkan ratusan developer atau impelementator ERP (consultant) yang di-outsource-lah yang membangun sistem tersebut, setelah mendengarkan celotehan-celotehan mereka yang ingin sistem yang fantastis.

Di blog saya ini mungkin ada beberapa tulisan mengenai keterkaitan nilai project yang seharusnya didapat dengan pekerjaan yang dilakukan. Tapi mungkin tidak akan berpengaruh banyak bagi sebagian besar orang yang memiliki pikir “Sebodo Amat dengan rekan profesi”,

Di lain waktu adakalanya mereka akan membutuhkan nilai yang lebih besar, ternyata sulit didapat, “Lhooo ? Salah siapa dulu sering banting harga ??? ”

Lalu ini salah siapa? menurut saya sebagian ini adalah salah Software Engineer/programmer-programmer yang mau dibayar murah. Kalau dalam bahasa kasarnya,Jangan mau dibayar murah! Tentu saja, ini perlu pergerakan bersama. Untuk programmer, jangan serta merta mengiyakan semua permintaan hanya karena passion atau tertantang untuk menyelesaikan. Pikirkan cost yang akan dikeluarkan dalam tahap desain, development, testing, dan lain-lain. Dengan kata lain, Software Engineer harus lebih memahami proses dari Software Engineering itu sendiri.  – (sumber)

Jelas saya setuju dengan pernyataan diatas. Ah, mungkin ini hanya sebuah singkat cerita berdasarkan banyaknya pengalaman, Pada intinya seperti ini, mengingatkan kepada diri sendiri atau mungkin yang mengalami kejadian atau berfikiran yang sama.

jangan serta merta mengiyakan semua permintaan hanya karena passion atau tertantang untuk menyelesaikan

Ingat kawan, Software Engineer bukan Robot. Mereka Manusia yang butuh Makan. Pikirkan 1 Hal. Dalam Fikiran Kita sebagai Software Engineer pasti sama “Will write Code For Food” 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s